Tuesday, October 23, 2018

Fobia Yang Jarang Diketahui Orang

Fobia Yang Jarang Diketahui Orang

Memiliki rasa takut atau phobia itu wajar dimiliki oleh manusia. Phobia yang paling umum ialah arachnophobia (takut dengan laba-laba), claustrophobia (takut dengan tempat sempit), trypanophobia (takut dengan jarum suntik) dan lain sebagainya. Namun pernahkah kamu mendengar tentang agoraphobia atau setidaknya tahu apa itu?

Simpelnya, agoraphobia ini merupakan rasa takut dan cemas terhadap keramaian atau tempat umum. Wanna know the detail? Simak penjelasannya, yuk!

1. Kenali dulu apa itu agoraphobia

Let's get closer with agoraphobia. Ini adalah gangguan kecemasan di mana mereka menganggap dunia luar tidak aman. Oleh karena itu, pengidapnya cenderung menghindari tempat umum, pusat perbelanjaan dan ruang terbuka.

Bagi mereka, rumah adalah tempat paling aman dan nyaman. Pengidap agoraphobia menganggap bahwa tempat umum bisa melukai atau bahkan membunuh mereka.

2. Seberapa banyak pengidap agoraphobia?

Umum gak sih phobia satu ini? Laman Medical News Today menyebut bahwa agoraphobia dialami oleh 1,8 juta penduduk Amerika Serikat diatas usia 18 tahun, atau 0,8 persen dari total populasi. Mereka mengalami panic attack ketika dihadapkan dengan ruang publik, tempat terbuka atau keramaian.

Berbeda lagi dengan data dari Departemen Kesehatan Australia. Agoraphobia dialami 1-2 persen dari populasi penduduk Australia dan New Zealand. Hal ini dialami sejak masa remaja atau awal usia dua puluhan, di mana pengidap perempuan lebih banyak dari laki-laki.

3. Gejala apa yang bisa dikenali?

Karena berkaitan dengan panic attack, maka gejala-gejalanya pun serupa. Gejala fisik bisa ditandai dari nyeri dada, jantung berdebar kencang, pusing, berkeringat, menggigil dan sulit bernapas yang muncul tiba-tiba. Selain itu, ada perasaan takut dan terancam yang berlebihan dan sulit dikendalikan.

4. Seberapa mengganggu sih phobia ini?

Gak cuma mengganggu kehidupan personal, nyatanya agoraphobia dapat mengganggu peran sosial kita, lho. Agoraphobia dapat membatasi kemampuan kita dalam bersosialisasi, seperti bersekolah, bekerja, menghadiri acara-acara penting dan hal lain yang menuntut kita untuk bertemu dengan banyak orang.

5. Agoraphobia disebabkan oleh apa sih?

Ada banyak faktor yang memicu munculnya agoraphobia. Sebagian menyebut faktor biologis memiliki peran, seperti kondisi kesehatan dan faktor genetik. Ada pula yang menganggap agoraphobia dipengaruhi oleh perangai, stres akibat kondisi lingkungan, keturunan dan proses pembelajaran semasa anak-anak, ungkap laman Mayo Clinic.

Faktor risiko lainnya adalah memiliki panic disorder dan phobia lain, mengalami peristiwa yang penuh tekanan, seperti pernah dilecehkan atau diserang ketika berada di tempat umum. Jika kamu memiliki sifat mudah gugup dan cemas, ini dapat memperbesar peluangmu memiliki agoraphobia.

6. Agoraphobia bisa diatasi dengan psikoterapi

Gak perlu malu untuk mendatangi psikolog jika kita merasa agoraphobia sangat mengganggu. Psikolog nantinya akan bekerja sama dengan terapis untuk mengurangi gejala kecemasan yang kita alami.

Lewat bantuan psikolog, kita akan belajar bahwa ketakutan kita tak mungkin terwujud. Selain itu, kita juga akan tahu bagaimana cara mengenali gejala, cara mengendalikan diri dalam situasi yang membuat stres, serta cara mengelola pikiran agar tidak mudah panik atau cemas.

7. Selain itu, obat-obatan juga bisa membantu

Gak hanya konsultasi dan terapi, agoraphobia juga bisa diatasi dengan obat-obatan. Di antaranya selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), jenis antidepresan yang diresepkan khusus untuk mengatasi agoraphobia dan benzodiazepin yang dikenal sebagai obat anti kecemasan.

Ini adalah obat penenang yang dapat meringankan gejala kecemasan dalam jangka pendek, ungkap laman Medical News Today. Namun, tentunya kamu harus mengonsumsinya di bawah pengawasan dokter, ya! Gak boleh asal dan sembarangan.

No comments:

Post a Comment