Friday, March 29, 2019

Cara Terbitkan Buku Dengan Mudah


Cara Terbitkan Buku Dengan Mudah

Tak bisa dipungkiri, jalan penulis menuju penerbitan terbilang sulit. Penerbit besar kerap mempertimbangkan nama penulis, besarnya modal, hingga jumlah pengikut di media sosial. Kalau kita masih pemula, pertimbangan itu bisa bikin nyali ciut. Tapi, tidak usah berkecil hati karena sudah ada solusinya! Berikut cara menerbitkan buku tanpa langkah konvensional!

1. Pertama, ada cara menerbitkan buku dengan Self Publishing. Dengan cara ini, kita bisa menuliskan apa pun tanpa mengikuti aturan penerbit

Bisa dikatakan, Self Publishing adalah model penerbitan buku tanpa melibatkan pihak penerbit ternama. Di sini, kamu menulis, membuat ilustrasi, hingga layout sendiri. Tiba saatnya mencetak, penulisnya sendiri yang membayar percetakan. Setelah buku fisik jadi, penulis juga yang menjual.

Di sini, penulis tidak menggalang kerja sama dengan instansi mana pun. Hak cipta sepenuhnya ada pada dirinya. Tidak ada logo penerbit dan percetakan, hanya nama penulis dan alamat penulis.

Meski terdengar rumit, hal ini sudah umum di luar negeri. Robert T. Kiyosaki adalah salah satu yang menerapkan ini. Ia sempat menjual karyanya di POM bensin. Kini, bahkan sudah ada toko buku alternatif dan komunitas menulis yang bisa kamu titipi dan membantumu dalam display penjualan.

Selain lebih bebas dalam materi di buku, royalti berupa keuntungan penjualan sepenuhnya milikmu. Waktu perampungan buku juga lebih fleksibel karena tidak ada pihak lain yang memberi tenggat waktu. Modalnya pun terserah kita karena jumlah eksemplar yang dicetak dan cara pemasarannya, sesuai kemampuan kita.

Meski begitu, tetap ada kekurangan dari metode penerbitan ini. Kamu yang terbiasa dengan deadline, mungkin jadi akan malas-malasan menerbitkan buku. Kamu juga harus siap sedia kalau buku yang sudah dicetak, tidak segera terjual. Dari menulis sampai promosi, bisa makan tenaga lebih banyak. Terakhir, kualitas tulisan bisa kurang terjaga karena tidak ada editor.

2. Lalu, ada E-ways Publishing yang membuat tulisanmu berpotensi dibaca orang-orang dari seluruh dunia

Kalau Self Publishing menekankan pada bentuk buku cetak, maka E-ways Publishing lebih ke bentuk soft file. Dengan ini, biaya untuk percetakan bisa dihapus. Untuk layout pun, sudah banyak website yang menyediakan template secara gratis. Dengan begitu, cara membuatnya bisa dibilang gampang. Proses mengunggahnya pun mudah.

Karena persebarannya mengandalkan kekuatan internet, maka bukumu tadi punya kemungkinan dibaca secara global. Membacanya pun praktis banget karena bisa menggunakan beragam jenis gawai. Tidak ada biaya cetak, tidak ada biaya distribusi, serta go green. Orang tidak perlu ke toko buku untuk membeli.

Jika kamu ingin menerbitkan buku dengan metode ini, pelajarilah metode pembayaran online. Jika sudah mendapatkan pembaca dari luar negeri, setidaknya kamu punya Paypal untuk memprosesnya. Kekurangan lain adalah tidak semua orang senang membawa lewat gawai dan harus bisa menemukan pasar yang cukup melek teknologi.

3. Terakhir, kamu bisa menerbitkan dengan cara Print on Demand. Kamu bisa bikin sendiri teaser bukumu untuk promosi

Print on Demand adalah sistem di mana buku yang kita tulis, hanya akan dicetak kalau sudah ada permintaan. Jenis penerbitan ini melibatkan pihak ketiga. Ada yang bisa memproses editing sampai distribusi sendiri. Ada juga mini publisher yang menawarkan paket jasa tersebut.

Keunggulan metode penerbitan ini adalah alur dari menulis sampai terbit, terbilang cukup teratur. Apalagi kalau kamu menggunakan paket jasa dari mini publisher. Kamu tidak perlu susah mencari orang untuk mengedit, membuat ilustrasi, sampai layout karena sudah ada di dalam paketnya.

Kamu bisa bikin teaser menarik untuk promosi buku dan modelnya juga menyesuaikan kantong. Cari saja paket yang termurah.

Namun kekurangan dari Print on Demand adalah distribusi dan pemasaran bisa jadi tidak seluas konvensional. Ini karena karyamu tidak terpampang di toko buku. Karena melibatkan pihak ketiga, kamu juga perlu berbagi profit dengan penyalur.

Kemudian, memilih paket dari mini publisher berarti mengeluarkan dana dan ada potensi tidak impas meskipun kecil jumlahnya. Persaingan dengan penulis lain, apalagi yang sudah punya nama, bisa membuatmu dianggap remeh.

Itu dia cara terbitkan buku tanpa langkah konvensional. Menarik dicoba, bukan? Sekali lagi, perhatikan kekuatan dan kelebihan masing-masing cara penerbitan, ya! Sesuaikan dengan modal yang kamu miliki dan seberapa kuat tenagamu untuk menerbitkan secara lebih independen.

Yakinkan juga dirimu, apakah kamu ingin menerbitkan buku hanya untuk memiliki bukti fisik, diapresiasi, atau menjadikannya profesi sekaligus menceruk keuntungan?

Saturday, March 16, 2019

Minuman Khas Daerah Yang Menyehatkan

Minuman Khas Daerah Yang Menyehatkan

Indonesia memang kaya dengan cita rasa kuliner khas dari berbagai daerah di Nusantara. Selain makanan yang sudah semakin banyak dikenal, ternyata Indonesia juga memiliki banyak minuman tradisional yang beragam. Semua minuman tradisional ini berasal dari rempah-rempah asli Indonesia.

Disamping memberi rasa khas nusantara, minuman tradisional ini juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Mau tahu apa saja? Yuk, simak.

1. Wedang uwuh

Wedang Uwuh merupakan minuman khas dari daerah Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Sering disebut sebagai 'wedang sampah', minuman dengan warna khas merah ini terbuat dari rebusan berbagai macam rempah seperti pala, cengkeh, kayu manis, jahe, dan serutan kayu secang.

Wedang uwuh dipercaya dapat memberi efek menyegarkan badan, memulihkan lelah serta menyembuhkan masuk angin. Selain itu, wedang uwuh juga dapat melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan kolesterol.

2. Bandrek

Kalau ditanya minuman apa yang dapat meningkatkan stamina tubuh, orang Sunda pasti akan langsung menjawab bandrek. Meski sudah ada bentuk instan, tapi bandrek khas Jawa Barat awalnya masih berupa rempah asli yang dibuat dari rebusan jahe, serai, lada, daun pandan, dan gula merah.

Bandrek tidak hanya memberi kehangatan, tapi juga dapat mengobati kembung dan masuk angin. Disamping itu, bandrek dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah peradangan. 

3. Bajigur

Masih dari tanah Sunda, minuman tradisional yang satu ini memiliki cita rasa manis dan gurih sekaligus. Meski biasanya hanya berbahan dasar jahe, santan kelapa dan gula aren, sajian bajigur juga dapat ditambah dengan vanili serta sedikit garam agar terasa lebih nikmat.

Untuk urusan manfaat, jangan ditanya lagi. Bajigur dapat mengobati reumatik, mencegah hipertensi, dan menjaga kadar kolesterol. Meski dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan, ternyata bajigur juga dapat mencegah obesitas lho.

4. Bir pletok

Meski dinamai bir, minuman khas Betawi ini sama sekali tidak memabukkan ataupun mengandung alkohol. Terbuat dari rempah-rempah seperti jahe, daun serai, daun pandan, dan kayu manis yang tak hanya memberi warna pada bir tapi bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Bir pletok dipercaya dapat mengobati masuk angin, meredakan nyeri lambung dan sendi, serta kram. Bahkan bir pletok juga dapat meredakan migrain dan menambah stamina.

5. Wedang secang

Hampir sama dengan wedang uwuh, wedang secang juga berwarna merah dan merupakan minuman khas dari Keraton Yogyakarta. Wedang secang terbuat dari rebusan secang, serai, jahe, kayu manis, cengkeh, dan kapulaga. Perbedaan dengan wedang uwuh adalah rebusan tadi disaring terlebih dahulu sebelum disajikan.

Khasiat yang diperoleh saat rutin mengonsumsi wedang secang antara lain dapat mencegah penuaan dini, menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan imun tubuh, dan menghentikan pendarahan.

6. Sekoteng

Sajian khas malam hari di wilayah Jawa Tengah dan juga Jawa Barat ini juga sudah banyak dikenal masyarakat luas. Konon katanya, nama sekoteng berasal dari istilah Jawa 'nyoKOT weTENG' yang berarti menggigit perut. Minuman tradisional yang satu ini memang memberi sensasi hangat seolah perut terasa seperti digigit.

Sekoteng terbuat dari rebusan air jahe, serai, kayu manis, dan gula aren, yang kemudian diberi isian roti, kacang, serta kolang kaling. Meski sudah mulai sulit ditemukan, sebenarnya sekoteng juga memberi banyak manfaat. Mulai dari mengurangi pusing, mual, dan muntah, hingga meredakan nyeri menstruasi.

7. Sarabba

Buat yang belum tahu, sarabba merupakan minuman khas dari Makasar. Terbuat dari rebusan jahe, lada, pala, kayu manis, gula aren dan santan. Biasanya saat akan disajikan akan ditambah susu kental manis agar lebih nikmat.

Sarabba sangat cocok diminum saat ingin begadang dan mengusir kantuk. Selain itu, sarabba juga dapat mencegah flu, mengobati masuk angin, serta dapat juga diminum untuk menjaga stamina. Karena bahan bakunya cukup mudah diperoleh, sarabba bisa menjadi minuman rumahan yang dapat dibuat kapan pun dan oleh siapa pun.

Saturday, March 2, 2019

Hal Yang Terjadi Pada Tubuh Apabila Diet Daging

Hal Yang Terjadi Pada Tubuh Apabila Diet Daging

Gaya hidup ramah lingkungan semakin digalakkan saat ini. Salah satu tren yang sedang banyak diperbincangkan adalah mengurangi atau bahkan berhenti makan daging merah. Akibatnya, banyak orang yang mulai beralih ke daging ikan dan produk nabati lainnya.

Dilansir dari The Guardian, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging dan produk susu berkontribusi terhadap 60 persen emisi gas rumah kaca pertanian. Padahal keduanya hanya menyumbang sekitar 18 persen kalori dan 37 persen protein untuk tubuh manusia.

Saat kamu memutuskan untuk berhenti mengonsumsi daging, ada sejumlah reaksi dan manfaat yang akan kamu rasakan. Apa saja? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Kamu akan terus merasa lapar pada awalnya

Dilansir dari Sharecare, pada minggu pertama hingga minggu kedua tanpa daging, kamu akan merasa masih lapar seakan-akan belum makan main course. Ini terjadi secara psikologis, terutama pada orang yang hampir setiap hari mengonsumsi daging merah.

Untuk mengatasinya coba konsumsi makanan seperti alpukat, kacang-kacangan, daging ikan, hingga tahu agar kamu merasa kenyang. Namun tenang saja, lambat laun otak akan mulai terbiasa dengan hal ini.

2. Indra perasamu akan berubah

Indra perasa banyak dipengaruhi oleh zinc, mineral yang terkandung di dalam daging. Jika kamu berhenti makan daging, asupan zat tersebut akan berkurang. Dilansir dari Sharecare sebagian besar orang mengaku ketajaman indra perasa berkurang setelahnya. Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa menggantikan daging dengan sereal, yogurt, kacang mede, dan oatmeal.

3. Cara kerja gen akan berubah

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup, termasuk berhenti makan daging dapat menurunkan kinerja gen kanker. Manfaat ini akan semakin dirasakan saat seseorang menggantikan daging dengan protein nabati. Diet daging terbukti bisa memperpanjang telomeres, bagian kepala pada kromosom yang bisa menjaga agar DNA tetap stabil. Akibatnya, proses penuaan pada jaringan tubuh terjadi dengan lambat.

4. Mengurangi inflamasi di dalam tubuh

Daging, keju, dan makanan olahan lain dapat meningkatkan risiko inflamasi di dalam tubuh. Inflamasi jangka pendek akibat luka adalah hal yang normal, tetapi jika terjadi dalam jangka panjang bisa menyebabkan berbagai penyakit. Di antaranya penyakit jantung, stroke, diabetes, penyakit autoimun, dan lainnya.

5. Meningkatkan kesehatan kulit

Percaya atau tidak, jika kamu berhenti makan daging, kulitmu akan terlihat semakin baik. Apalagi jika ditambah dengan konsumsi buah dan sayur-sayuran. Daging lebih rentan terhadap oksidasi yang dapat mengarah kepada pembentukan radikal bebas dalam tubuh. Jika zat tersebut berkurang, kamu akan terhindar dari berbagai masalah kulit.

6. Terjadi perubahan mikrobioma

Mikrobioma adalah sebutan untuk mikroorganisme yang hidup di dalam tubuh kita. Mereka penting untuk memproduksi nutrisi, meningkatkan sistem imun, serta mengaktifkan gen dalam tubuh kita.

Saat mengonsumsi daging, mikrobioma di dalam perut memproduksi racun bernama TMAO yang bisa meningkatkan kolesterol dan memicu penyakit jantung. Inilah kenapa terlalu banyak makan daging sering dikaitkan dengan penyakit tersebut.

7. Kamu akan mendapatkan jumlah protein yang sesuai

Dilansir dari Forks and Knives, rata-rata masyarakat Amerika Serikat mendapatkan protein 1,5 lebih banyak daripada jumlah yang disarankan. Ini karena mereka mengonsumsi terlalu banyak daging dan makanan olahan. Namun bukankah protein baik untuk kesehatan?

Berbeda dengan anggapan tersebut, pada kenyataannya kelebihan protein tersebut tidak akan membuat kita lebih kuat dan sehat. Justru kondisi tersebut mengarah pada kenaikan berat badan, penyakit jantung, diabetes, inflamasi, dan kanker.

Apakah kamu tertarik untuk mengurangi atau bahkan berhenti makan daging? Banyak manfaat yang bisa kamu peroleh, lho.