Saturday, March 2, 2019

Hal Yang Terjadi Pada Tubuh Apabila Diet Daging

Hal Yang Terjadi Pada Tubuh Apabila Diet Daging

Gaya hidup ramah lingkungan semakin digalakkan saat ini. Salah satu tren yang sedang banyak diperbincangkan adalah mengurangi atau bahkan berhenti makan daging merah. Akibatnya, banyak orang yang mulai beralih ke daging ikan dan produk nabati lainnya.

Dilansir dari The Guardian, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging dan produk susu berkontribusi terhadap 60 persen emisi gas rumah kaca pertanian. Padahal keduanya hanya menyumbang sekitar 18 persen kalori dan 37 persen protein untuk tubuh manusia.

Saat kamu memutuskan untuk berhenti mengonsumsi daging, ada sejumlah reaksi dan manfaat yang akan kamu rasakan. Apa saja? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Kamu akan terus merasa lapar pada awalnya

Dilansir dari Sharecare, pada minggu pertama hingga minggu kedua tanpa daging, kamu akan merasa masih lapar seakan-akan belum makan main course. Ini terjadi secara psikologis, terutama pada orang yang hampir setiap hari mengonsumsi daging merah.

Untuk mengatasinya coba konsumsi makanan seperti alpukat, kacang-kacangan, daging ikan, hingga tahu agar kamu merasa kenyang. Namun tenang saja, lambat laun otak akan mulai terbiasa dengan hal ini.

2. Indra perasamu akan berubah

Indra perasa banyak dipengaruhi oleh zinc, mineral yang terkandung di dalam daging. Jika kamu berhenti makan daging, asupan zat tersebut akan berkurang. Dilansir dari Sharecare sebagian besar orang mengaku ketajaman indra perasa berkurang setelahnya. Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa menggantikan daging dengan sereal, yogurt, kacang mede, dan oatmeal.

3. Cara kerja gen akan berubah

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup, termasuk berhenti makan daging dapat menurunkan kinerja gen kanker. Manfaat ini akan semakin dirasakan saat seseorang menggantikan daging dengan protein nabati. Diet daging terbukti bisa memperpanjang telomeres, bagian kepala pada kromosom yang bisa menjaga agar DNA tetap stabil. Akibatnya, proses penuaan pada jaringan tubuh terjadi dengan lambat.

4. Mengurangi inflamasi di dalam tubuh

Daging, keju, dan makanan olahan lain dapat meningkatkan risiko inflamasi di dalam tubuh. Inflamasi jangka pendek akibat luka adalah hal yang normal, tetapi jika terjadi dalam jangka panjang bisa menyebabkan berbagai penyakit. Di antaranya penyakit jantung, stroke, diabetes, penyakit autoimun, dan lainnya.

5. Meningkatkan kesehatan kulit

Percaya atau tidak, jika kamu berhenti makan daging, kulitmu akan terlihat semakin baik. Apalagi jika ditambah dengan konsumsi buah dan sayur-sayuran. Daging lebih rentan terhadap oksidasi yang dapat mengarah kepada pembentukan radikal bebas dalam tubuh. Jika zat tersebut berkurang, kamu akan terhindar dari berbagai masalah kulit.

6. Terjadi perubahan mikrobioma

Mikrobioma adalah sebutan untuk mikroorganisme yang hidup di dalam tubuh kita. Mereka penting untuk memproduksi nutrisi, meningkatkan sistem imun, serta mengaktifkan gen dalam tubuh kita.

Saat mengonsumsi daging, mikrobioma di dalam perut memproduksi racun bernama TMAO yang bisa meningkatkan kolesterol dan memicu penyakit jantung. Inilah kenapa terlalu banyak makan daging sering dikaitkan dengan penyakit tersebut.

7. Kamu akan mendapatkan jumlah protein yang sesuai

Dilansir dari Forks and Knives, rata-rata masyarakat Amerika Serikat mendapatkan protein 1,5 lebih banyak daripada jumlah yang disarankan. Ini karena mereka mengonsumsi terlalu banyak daging dan makanan olahan. Namun bukankah protein baik untuk kesehatan?

Berbeda dengan anggapan tersebut, pada kenyataannya kelebihan protein tersebut tidak akan membuat kita lebih kuat dan sehat. Justru kondisi tersebut mengarah pada kenaikan berat badan, penyakit jantung, diabetes, inflamasi, dan kanker.

Apakah kamu tertarik untuk mengurangi atau bahkan berhenti makan daging? Banyak manfaat yang bisa kamu peroleh, lho.

No comments:

Post a Comment