Saturday, March 16, 2019

Minuman Khas Daerah Yang Menyehatkan

Minuman Khas Daerah Yang Menyehatkan

Indonesia memang kaya dengan cita rasa kuliner khas dari berbagai daerah di Nusantara. Selain makanan yang sudah semakin banyak dikenal, ternyata Indonesia juga memiliki banyak minuman tradisional yang beragam. Semua minuman tradisional ini berasal dari rempah-rempah asli Indonesia.

Disamping memberi rasa khas nusantara, minuman tradisional ini juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Mau tahu apa saja? Yuk, simak.

1. Wedang uwuh

Wedang Uwuh merupakan minuman khas dari daerah Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Sering disebut sebagai 'wedang sampah', minuman dengan warna khas merah ini terbuat dari rebusan berbagai macam rempah seperti pala, cengkeh, kayu manis, jahe, dan serutan kayu secang.

Wedang uwuh dipercaya dapat memberi efek menyegarkan badan, memulihkan lelah serta menyembuhkan masuk angin. Selain itu, wedang uwuh juga dapat melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan kolesterol.

2. Bandrek

Kalau ditanya minuman apa yang dapat meningkatkan stamina tubuh, orang Sunda pasti akan langsung menjawab bandrek. Meski sudah ada bentuk instan, tapi bandrek khas Jawa Barat awalnya masih berupa rempah asli yang dibuat dari rebusan jahe, serai, lada, daun pandan, dan gula merah.

Bandrek tidak hanya memberi kehangatan, tapi juga dapat mengobati kembung dan masuk angin. Disamping itu, bandrek dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah peradangan. 

3. Bajigur

Masih dari tanah Sunda, minuman tradisional yang satu ini memiliki cita rasa manis dan gurih sekaligus. Meski biasanya hanya berbahan dasar jahe, santan kelapa dan gula aren, sajian bajigur juga dapat ditambah dengan vanili serta sedikit garam agar terasa lebih nikmat.

Untuk urusan manfaat, jangan ditanya lagi. Bajigur dapat mengobati reumatik, mencegah hipertensi, dan menjaga kadar kolesterol. Meski dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan, ternyata bajigur juga dapat mencegah obesitas lho.

4. Bir pletok

Meski dinamai bir, minuman khas Betawi ini sama sekali tidak memabukkan ataupun mengandung alkohol. Terbuat dari rempah-rempah seperti jahe, daun serai, daun pandan, dan kayu manis yang tak hanya memberi warna pada bir tapi bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Bir pletok dipercaya dapat mengobati masuk angin, meredakan nyeri lambung dan sendi, serta kram. Bahkan bir pletok juga dapat meredakan migrain dan menambah stamina.

5. Wedang secang

Hampir sama dengan wedang uwuh, wedang secang juga berwarna merah dan merupakan minuman khas dari Keraton Yogyakarta. Wedang secang terbuat dari rebusan secang, serai, jahe, kayu manis, cengkeh, dan kapulaga. Perbedaan dengan wedang uwuh adalah rebusan tadi disaring terlebih dahulu sebelum disajikan.

Khasiat yang diperoleh saat rutin mengonsumsi wedang secang antara lain dapat mencegah penuaan dini, menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan imun tubuh, dan menghentikan pendarahan.

6. Sekoteng

Sajian khas malam hari di wilayah Jawa Tengah dan juga Jawa Barat ini juga sudah banyak dikenal masyarakat luas. Konon katanya, nama sekoteng berasal dari istilah Jawa 'nyoKOT weTENG' yang berarti menggigit perut. Minuman tradisional yang satu ini memang memberi sensasi hangat seolah perut terasa seperti digigit.

Sekoteng terbuat dari rebusan air jahe, serai, kayu manis, dan gula aren, yang kemudian diberi isian roti, kacang, serta kolang kaling. Meski sudah mulai sulit ditemukan, sebenarnya sekoteng juga memberi banyak manfaat. Mulai dari mengurangi pusing, mual, dan muntah, hingga meredakan nyeri menstruasi.

7. Sarabba

Buat yang belum tahu, sarabba merupakan minuman khas dari Makasar. Terbuat dari rebusan jahe, lada, pala, kayu manis, gula aren dan santan. Biasanya saat akan disajikan akan ditambah susu kental manis agar lebih nikmat.

Sarabba sangat cocok diminum saat ingin begadang dan mengusir kantuk. Selain itu, sarabba juga dapat mencegah flu, mengobati masuk angin, serta dapat juga diminum untuk menjaga stamina. Karena bahan bakunya cukup mudah diperoleh, sarabba bisa menjadi minuman rumahan yang dapat dibuat kapan pun dan oleh siapa pun.

No comments:

Post a Comment