Friday, December 27, 2019

Perusahaan Sukanto Tanoto Jaga Keanekaragaman Hayati Riau Lewat Program RER


Perusahaan Sukanto Tanoto Jaga Keanekaragaman Hayati Riau Lewat Program RER
Sumber: agroindonesia.co.id

Sejak tahun 1900, sebanyak 20% dari total spesies binatang dan tumbuhan di daratan telah menurun. Banyak spesies yang terancam punah bahkan tidak sedikit yang keberadaannya sudah tidak bisa ditemukan lagi. Kondisi seperti ini juga terjadi di Indonesia, termasuk di provinsi Riau. Melihat kondisi yang kian memprihatinkan, salah satu unit bisnis Sukanto Tanoto, yakni APRIL Group tergerak untuk ikut terlibat dalam upaya menjaga kelestarian alam.

Sebagai perusahaan yang berbasis pada alam, APRIL Group sangat menyadari arti pentingnya kelestarian lingkungan bagi kehidupan manusia dan perusahaan. Berbagai upaya dilakukan perusahaan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Tidak hanya itu saja, perusahaan Sukanto Tanoto tersebut juga aktif dalam kegiatan pro lingkungan, termasuk mendanai program Restorasi Ekosistem Riau (RER).

Apa Itu Restorasi Ekosistem Riau (RER)


Restorasi Ekosistem Riau atau RER merupakan sebuah proyek konservasi hutan gambut yang digagas oleh salah satu unit bisnis Sukanto Tanoto, yakni APRIL Group yang dalam hal ini juga berperan sebagai technical manager sekaligus sponsor proyek.

Proyek konservasi ini berfokus pada restorasi lahan yang terdapat di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, Provinsi Riau. Tahun 2013 menjadi awal dilaksanakannya program RER ini. Pada waktu itu, luas lahan yang menjadi area konservasi RER masih seluas 20.000 hektar. Namun pada tahun 2015, luas area yang menjadi bagian dari RER ini pun berkembang hingga menjadi 150.000 hektar.

RER sendiri merupakan sebuah proyek besar yang melibatkan beberapa pihak dalam pelaksanaannya. Untuk menyukseskan proyek ini, APRIL Group juga bekerja sama dengan NGO Fauna & Flora International (FFI) dan The Nature Conservancy (TNC).

Dengan bantuan FFI, APRIL Group berhasil memublikasikan laporan ringkas tentang keanekaragaman hayati Semenanjung Kampar pada tahun 2016 lalu. Berkat bantuan dari TNC, dasar model manajemen alam yang mampu memberi dampak berkelanjutan bagi konservasi, sosial dan ekonomi juga berhasil dibuat.

Pendekatan RER untuk Konservasi Lahan


Untuk mengembalikan kondisi lahan yang berada di area RER, APRIL Group dan pihak-pihak yang bekerja sama dengannya menggunakan 4 pendekatan yang berbeda, yang terdiri dari melindungi, mengkaji, merestorasi hingga mengelola.

Pendekatan pertama, yakni melindungi dilakukan perusahaan Sukanto Tanoto dengan jalan mempekerjakan ranger dan penjaga untuk berpatroli. Bukan hanya berpatroli, ranger dan penjaga tersebut juga bertugas untuk mencegah segala aktivitas ilegal yang dilakukan di area RER. Selain melindungi dengan cara patroli, APRIL Group juga menggandeng masyarakat untuk menyukseskan program ini. Melalui program pendidikan dan pelatihan praktek pertanian yang bertanggung jawab, perusahaan berupaya untuk mencegah praktek-praktek ilegal sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pendekatan berikutnya atau pendekatan kedua adalah mengkaji. Pendekatan ini dilakukan dengan cara memantau dan melakukan riset kondisi flora dan fauna. Melalui pendekatan ini, perusahaan Sukanto Tanoto dapat mengetahui kegiatan konservasi seperti apa yang paling tepat untuk diterapkan di area RER.

Pendekatan ketiga adalah merestorasi. Dalam pendekatan ini, APRIL Group menanam kembali bibit tanaman yang menjadi bagian dari hutan. Selain itu, perusahaan juga menjaga level air di area RER dengan cara membendung kanal yang ada.

Pendekatan terakhir, yakni pendekatan mengelola dilakukan dengan mengembangkan rencana jangka panjang untuk menjamin keberlanjutan area yang telah direstorasi. Dalam pendekatan ini, APRIL Group juga bekerja sama dengan masyarakat, pemerintah beserta pemegang izin konsesi.

Dana sejumlah USD 100 juta telah dipersiapkan perusahaan Sukanto Tanoto untuk melaksanakan proyek RER. Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai kegiatan konservasi hingga 10 tahun. Dengan segala upaya yang dilakukan, diharapkan wilayah Semenanjung Kampar dan Pulau Padang bisa kembali seperti semula dengan keragaman hayatinya.

No comments:

Post a Comment