Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Ternak Kelinci Bagi Pemula, Dijamin Langsung Paham

Cara Ternak Kelinci- Ternak kelinci itu sulit loh, kalau gagal gimana?

Jika sudah bertanya kepada diri sendiri dan yakin dengan segala resiko berarti kamu termasuk orang yang punya niat untuk beternak kelinci.

Sebagai seorang peternak pemula, entah beternak apapun seharusnya hal pertama yang dilakukan ialah berusaha menyukainya terlebih dahulu. 

Dengan menyukainya, maka semua proses saat beternak pasti terasa menyenangkan meski dalam kondisi sulit.
 

Cara Ternak Kelinci Bagi Pemula Dari A-Z

ternak kelinci


Dalam ternak kelinci ada dua jenis nih, hanya sebagai hobi atau dijadikan sebagai usaha?

Kalau sekedar hobi, pengeluaran mungkin tidak perlu difikirkan karena yang dipentingkan adalah cara merawatnya. Tetapi sangat berbeda jika untuk usaha.

Kenapa bisa begitu?

Karena harus benar-benar teliti dan matang dari segala aspek. Seperti pemasaran, perawatan, serta memiliki perhitungan yang baik dalam pengeluaran maupun pemasukan.

Nah, ketiga aspek tersebut wajib dikuasai sebelum memulai ternak kelinci, karena kebiasaan peternak kelinci pemula pasti hanya memikirkan keuntungannya saja tanpa melihat resikonya.

Apabila kesalahan-kesalahan peternak pemula tersebut tidak bisa dihindari, maka bukan keuntungan yang dihasilkan melainkan kegagalan.

Intinya fikirkanlah pahitnya terlebih dahulu sebelum membayangkan manisnya.

Ada dua tipe dalam ternak kelinci mau pilih mana?

Beternak kelinci pedaging atau beternak kelinci hias.

Dari dua tipe tersebut sebenarnya tidak ada patokan dalam memilih jenis kelinci, hanya saja peternak kelinci hias pasti lebih suka memilih kelinci dengan jenis yang cocok untuk dijadikan kelinci hias diantaranya kelinci anggora, rex dutch dsb.

Sedangkan para peternak kelinci potong pasti lebih memilih jenis kelinci yang memiliki pertumbuhan cepat seperti kelinci new zealand.

Akan tetapi, untuk perawatannya sendiri antara ternak kelinci pedaging maupun ternak kelinci hias hampir sama saja tanpa menghilangkan kekurangan maupun kelebihan masing-masing.

Sebelum lebih lanjut ke pembahasaan cara merawat, pemasaran dan modal yang harus dikeluarkan.

Sebaiknya, ketahui terlebih dahulu kesulitan yang biasa di hadapi para peternak kelinci supaya kamu dapat menghindarinya.

#1 Kesulitan Dalam Beternak Kelinci 

kesulitan ternak kelinci


#1 Harus Jeli tentang pengeluaran

Bijaknya, sebagai peternak kelinci pemula tentu kendala yang akan dihadapi harus mengetahuinya terlebih dahulu agar nantinya tidak merasa kaget maupun capek yang mengakibatkan putus asa di tengah jalan.

Sudah dijelaskan sebelumnya jika memelihara kelinci hanya sebagai hobi pasti tidak terlalu memikirkan pengeluaran untuk membeli obat kelinci, pur dsb.

Tetapi jika untuk usaha tidak boleh semuanya serba membeli, karena memiliki ketersediaan pakan dan obat-obatan alami lebih baik untuk menghemat pengeluaran..

Caranya, jika memungkinkan siapkanlah lahan untuk menanam rumput khusus dan obat-obatan yang biasa di gunakan untuk mengobati kelinci sakit.

Selain pengeluaran mampu di tekan, memiliki lahan rumput sendiri juga menjadi lebih tenang karena tidak khawatir saat rumput liar tidak ada terutama disaat cuaca panas.

Melihat hal itu, memiliki lahan sendiri sangat tepat dan efektif terlebih kelincinya banyak.

#2 Harus Pahan Cara Merawat kelinci

Dibandingkan dengan ternak ayam maupun kambing, ternak kelinci tergolong cukup sulit.

Selain wajib menjaga kebersihan kandang, kelinci juga tergolong rawan penyakit serta mudah mati.

Sebaiknya kenalilah terlebih dahulu penyakit dan cara merawatnya, agar kedepan mampu mengatasi sendiri.

Setelah mengetahui kesulitannya, berikut langkah-langkah yang wajib diketahui bagi peternak pemula.

#2 Pemasaran Ternak Kelinci


pemasaran kelinci
Gambar Kelinci yang siap jual

Hal pertama yang harus diketahui dalam beternak kelinci adalah pemasaran

Sekarang coba lihat, apakah di daerah tempat tinggal kamu banyak peternak kelinci?

Kalau banyak itu adalah keuntungan.

Sebagai seorang peternak pemula, memiliki hubungan baik dengan dengan peternak lainnya merupakan langkah jitu untuk menambah wawasan dan pengetahan.

Nah, dari pertemanan tersebutlah akan lebih mudah untuk mengetahui tentang pemasaran maupun kesulitan lainnya.

Setelah mengetahui jalur pemasaran kelinci, selanjutnya adalah menentukan target pasar.

Jika kamu seorang peternak kelinci hias usahakan jangan sesekali menjual hasil panennya kepada pengepul kelinci potong, karena pengepul kelinci potong belinya kiloan bukan satuan.

Pasar kelinci hias biasanya orang yang hobi atau sekedar suka saja, jadi fokuslah untuk menawarkan kelincinya kepada pecinta/hobi.

Gunakanlah media sosial atau masuk kedalam grup kelinci sebagai sarana memasarkan kelincinya.

Meski cenderung harga jualnya mahal, namun beternak kelinci hias memiliki jumlah penjualan sedikit jika dibandingkan dengan omeset beternak kelinci pedaging.

Kalau bisa sebaiknya kombinasikan antara ternak kelinci hias dengan kelinci pedaging agar bisa menutupi kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Jenis kelinci pedaging biasanya jenis kelinci seperti New Zealand/NZ, Australia, Hycole, Hyla dsb.

Sedangkan untuk kelinci hias biasanya jenis kelinci seperti ND, anggora dsb. Untuk lebih lengkapnya menentukan jenis-jenis kelinci ternak bisa klik DISINI.

#3 Langkah-Langkah Beternak Kelinci

cara budidaya kelinci
Budidaya kelinci


Sudah membacanya?

Jika sudah, sekarang jadi lebih tahu dong jenis-jenis kelinci.

Cara budidaya antara kelinci hias dengan kelinci potong hampir sama saja. Semuanya juga memerlukan perawatan yang baik.

Kok gitu?

Lah, emang iya kan. 

Mungkin yang menjadi perbedaan hanya masalah fokus dari target pasarnya.

Gini loh, sekarang bayangin aja, untuk kelinci potong yang di butuhkan pasti dagingnya.

Tetapi salahnya kamu justru susah payah agar kelinci tetap bersih sampai di mandiin dan bla-bla (itu kurang tepat)

fokus utama ternak kelinci pedaging adalah berat badan, jadi lebih baik cari cara untuk mempercepat berat badan kelinci.

Berbeda lagi dengan kelinci hias. Kelinci hias sendiri memang harus tampil lucu dan menggemaskan agar menarik pelanggan.

Jadi, kalau mau di sisir atau di dandanin mungkin gak papa (kalau ada waktu).

Tetapi harus diingat selain dengan fokus tersebut ada hal lebih penting lainya seperti kesehatan, kebersihan kandang, dan pengolahan kotoran kelinci. Jadi jangan lupakan ini ya.

Untuk budidaya kelinci sendiri ada dua sistem nih, kamu mau pakai sistem apa?

Sistem modern atau sistem umbaran.

#4 Ternak Sistem Modern

ternak kelinci sistem modern
Ternak kelinci kandang baterai

Umumnya di pedesaan, orang memelihara kelinci pasti memakai sistem koloni atau umbaran.

Sedangkan sistem modern biasanya dipakai untuk para peternak kelinci yang menekuni bidang ini.

Sistem modern yang di maksud adalah satu kandang satu kelinci.

Kelebihan dari sistem ini ialah lebih mudah untuk merawat dan mengecek kondisi kelinci  (karena dipisah-pisah).

Jadi lebih cepat mengetahui jika kelinci sedang sakit atau hamil pasca dikawinkan.

Selain itu, kelinci juga lebih bersih karena kotorannya gak keinjak langsung oleh kelincinya. 

Apalagi jika ingin membersihkan kandangnya, pasti lebih mudah dibanding sistem umbaran. 

Ada kelebihan ada juga kekurangan.

Kekurangan jika memilih sistem ini adalah boros waktu, karena cara pemberian pakannya harus satu persatu.

#5 Cara Ternak Kelinci Sistem Umbaran

kelinci sistem umbaran
Ternak kelinci umbaran

Kebalikannya dengan sistem sistem modern.

Jika menggunakan sistem umbaran pastinya lebih menghemat waktu karena cara pemberian pakannya hanya di beberapa titik saja. 

Selain itu, saat terlambat memberikan pakan, kelinci masih bisa mengais sisa-sisa makanan.

Akan tetapi, sistem umbaran juga memiliki kekurangan.

Untuk mengetahui kelinci sedang sakit dan hamil harus mengeceknya satu persatu. Bahkan umur anakan kelinci juga pasti sulit diketahui.

Itu semua tergantung kamu mau menggunakan sistem yang mana.

Kalau sudah memiih sistem yang digunakan, berikut langkah selanjutnya yang harus di siapkan.

1. Cara Memilih Bibit Atau Indukan Kelinci Ternak

1. Kelinci harus mempunyai riwayat baik dari indukan sebelumnya, jika beli dipasar pasti susah untuk mengetahuinya, karena penjual belum tentu tahu.

Sebaiknya carilah bibt kelinci dari peternaknya langsung, dengan memilih bibit dari peternak, kamu akan tahu riwayatnya.

2. Cari bibit kelinci dengan riwayat yang menghasilkan banyak anak, dengan bibit kelinci seperti itu lebih cepat keuntungannya.

4. Carilah bibit kelinci dengan pandangan tajam, biasanya kelinci seperti itu merupakan kelinci sehat.

5. Carilah kelinci yang memiliki bulu bersih terlebih di sekitar kelamin

6. Cari bibit kelinci dengan berat tubuh yang ideal (sesuaikan denan umur dan jenisnya)

2. Perhatikan Makanan Kelinci

Di alam bebas, kelinci pasti memakan rumput liar saja.

Agar kelinci tidak merasa bosan, berikanlah makanan lain seperti pur, kosentrat limbah sayur, wortel, dan lain sebaginya.

Jika kelincinya belum terbiasa makan pur atau konsentrat, itu tugas kamu untuk melatihnya.

Untuk pemberian pakanya, kamu bisa berikan 3 kali dalam sehari yakni pagi sore dan malam.

3. Cara Merawat Kelinci Ternak

Tidak hanya pakan saja yang harus diperhatikan, kamu juga wajib tahu cara mengobati kelinci yang sedang sakit.

Penyakit kelinci yang paling sering membuat kelinci mati adalah gudik/scabies, kembung dan mencret.

Biasanya penyakit gudik disebabkan karena kandangnya selalu kotor, makanya rajin-rajinlah membersihkan kandang agar kelincinya bisa terhindar dari penyakit tersebut.

Scabies merupakan penyakit kelinci yang bisa menular, jadi jangan sesekali mencampurkan kelinci yang terkena gudik dengan kelinci lainnya.

Sedangkan untuk penyakit kembung sendiri biasa terjadi karena cuaca dan pakan yang diberikan.

Jangan sesekali memberikan pakan yang mengandung banyak gas seperti kangkung dan sayuran yang mengandung banyak air seperti kubis.

Kamu boleh memberikannya tapi jangan terus-terusan.

Selanjutnya, hal yang harus kamu siapkan adalah kandang kelinci.

#6 Kandang Ternak Kelinci

kandan ternak kelinci
Kandang ternak kelinci


Memilih jenis kandang untuk kelinci, tidak boleh karena terlihat bagus, ataupun karena harganya murah.

Yang tepat harus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

Tidak harus membelinya, kamu juga bisa membuatnya sendiri (asal ada niatnya)

Berikut 4 jenis kandang yang biasa digunakan para peternak kelinci.

1. Kandang  Galvanis Untuk Ternak Kelinci Tipe Baterai 


kandang galvanis kelinci
Kandang baterai kelinci

Jika sebelumnya sudah di jelaskan ternak kelinci sistem modern, kandang inilah yang biasa digunakan.

Kandang galvanis ini termasuk kandang paling banyak di sukai peternak karena lebih awet dan praktis.

Akan tetapi, kandang ini termasuk kandang kelinci yang memiliki harga mahal. Untuk Satu ruangan/hole indukan kelinci harganya sekitar 120 ribu rupiah.

Bayangkan saja jika memiliki 100 ekor. Sudah kebayang kan modal yang harus dikeluarkan.

2. Kandang Ternak Kelinci Sederhana Tipe Baterai


Kandang ternak kelinci sederhana
Kandang baterai sederhana

Jika ingin budidaya kelinci menggunakan sistem modern tapi terlalu mahal, kamu bisa mengakalinya dengan membuatnya sendiri.

Untuk 6 hole kandang sederhana dengan bahan utama bambu dan reng mungkin hanya mengeluarkan uang sekitar 500 ribu saja.

Jadi, selain bisa menggunakan sistem modern modal yang di keluarkan tidak terlalu banyak.

3.  Kandang Ternak Kelinci Umbaran

kandang kelinci umbaran
Kandang kelinci umbaran



Nah, untuk kandang kelinci umbaran, jelas sangat murah pembuatan dan perawatan.

Akan tetapi, lahan yang dibutuhkan harus luas jika ingin memilih sistem umbaran. 

Hayo, bingung kan!

Saran saja, untuk memilih jenis kandang apalagi dengan kondisi baru mau mulai atau pemula, gunakanlah jenis kandang nomer 2 saja.

Selain murah, nantinya sistem yang digunakan untuk ternak kelinci juga lebih maksimal tanpa menghilangkan kekurangannya.

Jadi pilih yang man nih?

Jika sudah yakin dengan pilihannya mari kita hitung-hitung modal yang harus di keluarkan untuk ternak kelinci.

#7 Modal Ternak Kelinci Bagi Pemula

modal ternak kelinci pemula
modal ternak kelinci

Sebagai seorang pemula disarankan jangan gelap mata.

Meski memiliki modal banyak, lebih bijak agar mencobanya sedikit dulu, kalau dalam waktu 6 bulan yakin dan mampu baru perbesar ternak kelincinya oke.

Untuk mengetahui modal dan keuntungan yang didapat kita bisa menghitung dengan sistem pengeluaran termahal pemasukan sedikit.

Bingung? berikut gambarannya.

Kandang galvanis indukan 14 hole > 120.000 x 14 = 1.680.000

Indukan New zealand 12 ekor betina+2 jantan > 14 ekor x 450.000 = 6.300.000

Pur kelinci, vitamin dan obat kelinci untuk 4 bulan  = 2.000.000

Sewa Lahan untuk tanam rumput 1.000.000/ tahun ( catatan: rumput yang ditanam adalah dot. bisa di panen setelah 5 bulan, jadi selama 5 bulan ngarit ya hehe )

TOTAL = 10.980.000

Setelah tahu modal awal yang harus dikeluarkan, sekarang kita hitung 4 bulan kemudian dari awal beternak hingga panen hasilnya.

1 ekor betina NZ produktif mampu menghasilkan anak 6-10 ekor per kelahiran, sedangkan untuk anakan kelinci hingga siap panen biasanya memakan waktu 3 bulanan.

Jika ambil rata-rata kelinci siap panen memiliki bobot 2 kilo dan angka hidup dari anakan kelinci per induk 5 ekor maka perhitungannya adalah > 5 ekor anakan x 10 ekor indukan = 50 ekor.

50 ekor anakan siap panen x 2 kilo berat per ekor = 100 kilo.

Harga daging kelinci perkilo sekitar 40-50 ribu. (harga sewaktu-waktu bisa berubah)

 jadi 100 kilox 40.000 = 4.000.000 sekali panen.

Setelah melihat modal dan pemasukan apa masih berminat?.

Jangan melihat modal besar yang kamu keluarkan, modal kelinci dan modal kandang itu modal mati.

Untuk kandang sendiri mungkin butuh perbaikan setelah 2 tahun, sedangkan indukan tidak pernah berkurang, sebab anakan-anakan yang di lahirkan bisa menggantikan induknya.

Apalagi jika nantinya ingin memperbanyak indukan, paling tinggal memikirkan modal untuk kandangnya saja kan.

Jadi sesuaikan dengan kemampuan saja, bisa memulainya dengan 4 ekor dulu atau sesuai keinginan kamu yang terpenting adalah belajar sambil praktek.

Catatan: modal diatas belum termasuk untuk beli kandang anakan ya.

#8 Keuntungan Ternak Kelinci

keuntungan ternak kelinci
Ternak kelinci

Setelah panjang lebar kali tinggi, saatnya membahas keuntungan dari beternak kelinci.

Selain diambil daging dan bulunya, urin kelinci ternyata banyak dimanfaatkan sebagai pupuk organik oleh para petani loh.

Hal itu karena urin kelinci memiliki kandungan yang sangat baik untuk menyuburkan tanaman.

Jadi selain keuntungan menjual dagingnya, kamu juga mendapat bonus tambahan dari urin kelinci tersebut.

Tidak hanya keuntungan yang terlihat di depan mata, prospek usaha ternak kelinci juga cukup memiliki masa depan cerah.

Seperti kita tahu, kelinci merupakan hewan penghasil daging yang memiliki protein paling tinggi dari pada hewan ternak lainnya.

Apa hubungannya?

Ada Banyak!.

Menurut Kepala Balitbangtan Kementrian Pertanian Fadjry Judfry beliau pernah mengatakan jika kelinci bisa menjadi alternatif sumber protein unggulan di perkotaan.

Menurutnya, Kementan seharusnya tidak hanya fokus membangun populasi ternak seperti sapi dan ayam saja, tapi kelinci juga harus di prioritaskan.

Jika melihat hal itu, tentu saja di masa mendatang kelinci bisa menjadi sumber daging hewani yang populer seperti sapi dan ayam, terlebih jika pemerintah memang terus memperhatikan peluang itu.

Apalagi beternak kelinci juga tidak mengharuskan memiliki lahan banyak seperti ternak kambing atau ayam, orang yang tinggal di perkotaan juga bisa memeliharanya.

Akan tetapi, kalian tidak boleh terlalu memikirkan prospek dan keuntungannya saja dalam budidaya kelinci. 

Kendala dan kesulitan dalam prakteknya juga harus difikirkan.

Kenapa harus begitu?

Karena setiap usaha pasti memiliki resiko.

Jadi, sebelum memulai beternak kelinci, PR besar yang harus dicari tahu terlebih dahulu adalah kesulitan dan kendalanya.

Penutup

Sebagai seorang yang mempunyai niat pasti tidak hanya belajar doang. Karena belajar saja tidak cukup tanpa ada praktek.

Jadi praktekanlah yang kamu tahu agar lebih mengetahui kesulitan dalam beternak kelinci.


2 komentar untuk "Cara Ternak Kelinci Bagi Pemula, Dijamin Langsung Paham"

  1. Apakah ada perawatan khusus lainnya untuk kelinci pedaging bang.

    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan


    1. Mau kelinci hias atau kelinci pedaging sama saja. Kayaknya sudah di jelaskan di artikel

      Hapus